Thursday, November 04, 2010

Komputer dalam Wujud Pena

Rate this posting:
{[['']]}

Dari sisi bentuk, Echo yang bercorak menarik ini dan punya grip karet lunak terlihat agak lain dengan pena biasa. Fisiknya lebih lebar dan besar dibandingkan biasa. Saat dipegang dan dipakai menulis, ia condong berat ke arah puncak pena.

“Pena ini adalah sebuah komputer,” cetus Suharto Juwono (CEO, eStore) sambil memegang Echo Smartpen di acara peluncuran produk saat IndoComtech 2010 di Jakarta kemarin siang (3/11/2010). “Bukan pena biasa. Di dalamnya ada prosesor, memori, LED, kamera, mikropon, speaker. Menggunakan media kertas (khusus) sebagai hard disk,” urainya.

“Bisa (dipakai) rekam suara dan menulis berbarengan,” tambah Mike Lim (Business Development Manager, BIG’ant Australia Pty. Ltd.). Ia lalu melakukan demo. Menyalakan ‘komputer’ dengan menekan tombol di bagian tengah pena yang akan menyalakan layar OLED seperti proses booting sebuah komputer. Berikutnya, ia mengambil sebuah buku, bernama Paper Tablet. Nah ini dia pasangan wajib pena.

Setiap lembar kertas di buku tersebut istimewa. Perhatikan di bagian bawahnya. Ada deretan tombol seperti milik pemutar musik. Mike menekan ujung penanya ke tombol Rekam, dan mulai berbicara sambil menulis di kertas. Eh, semua ucapan Mike langsung terekam dalam memori internal pena yang besarnya 4 atau 8 GB, tergantung pilihan model. Jika pakai model 4GB, rekaman sepanjang 400 jam bisa diperoleh. Kalau pilih yang 8GB, durasi rekaman bisa sampai 800 jam. klik gambar untuk memperbesar



Selesai merekam dan menulis, Mike memperagakan bagaimana pena bisa membacakan tulisan tadi. Ia tinggal menyentuhkan ujung pena ke tulisan. Dan suara Mike saat ia menulis diputar ulang. Hasil rekaman itu pun ternyata mudah saja ditransfer ke komputer. Tinggal koneksikan kabel USB yang disertakan ke lubang microUSB yang ada di pucuk pena.

O ya, data yang direkam ke memori Echo akan disimpan dengan nama berdasarkan tanggal atau hari. “Nantinya setelah dipindahkan kita boleh menamai sendiri hasil rekaman tersebut,” kata Suharto.

Melalui software Connect, kamu boleh menyimpan dan berbagi file ke desktop atau mengirimkan dokumen berikut audio ke orang lain via e-mail ke PC Windows maupun Mac. Bikin dokumen PDF? Tinggal pakai Pencast PDF. Nantinya siapa pun yang punya Adobe Acrobat Reader 9.3 bisa melihat dan mendengarkan PDF Pencast interaktif. . Saat dibacakan, kata-kata yang dituliskan itu akan berwarna hijau. Mirip kalau kita berkaraoke. Pencast boleh diakses di mana saja via iPad, iPhone atau iPod touch. Player-nya tersedia gratis di iTunes store.

Mike juga menunjukkan bagaimana Echo bisa memainkan musik piano. Saat itu, Mike menggambar deretan tuts piano di kertas khusus pasangan Echo Smartpen. Lalu ujung pena ditekan di setiap bilah sesuai dengan lagu yang ingin dimainkan. Maka mengalunlah lagu. klik gambar untuk memperbesar



Pena Echo juga bisa dipakai berhitung bak menggunakan kalkulator sungguhan. Rahasianya tetap terletak pada buku berisi kertas khusus. Di halaman pertama buku tersebut ada gambar tata letak sebuah kalkulator. Nah kamu tinggal menekankan ujung pena ke tombol-tombol kalkulator di halaman tersebut.

Menarik bukan? Echo Smartpen dijual dengan harga Rp 1,75 juta untuk kapasitas memori 4GB dan Rp 2,5 juta untuk memori 8GB. Dalam kemasannya kamu akan mendapatkan Starter dot paper notebook, 2 smartpen cap, dua ink catridge, kabel microUSB, dan software LiveScribe (harus diunduh). Ia datangn dengan prosesor ARM 9, layar OLED 96×18, kamera inframerah dan baterai Li-Ion (built-in). Bobotnya (tanpa penutup) 36 gram.

Jika perlu buku tambahan, ada Journal Line seharga Rp 350 ribu, dan asesori lainnya seperti deluxe carrying case, Smartpen portofolio dan Echo 3D recording premium headset. Semua tersedia di www.livescribe.com/store, atau di toko eStore.

tabloidpcplus.com


0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More