Wednesday, September 01, 2010

2010, Antivirus Biasa Tak Lagi Memadai

Rate this posting:
{[['']]}

Dari pengamatan Symantec, pada tahun 2009 terjadi peningkatan ancaman polimorfis dan varian malware unik. Untungnya, industri segera menyadari bahwa pendekatan tradisional terhadap antivirus, baik berbasis signature file dan kemampuan heuristic (perilaku), tidak cukup untuk melindungi pengguna dari ancaman masa kini.

“Kita telah mencapai titik di mana program berbahaya baru diproduksi dengan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan program yang baik,” kata juru bicara Symantec, pada keterangannya, 31 Agustus 2010.

Dengan demikian, kata juru bicara tersebut, kita juga telah mencapai titik di mana tidak lagi masuk akal untuk hanya fokus ke menganalisa malware. “Sebaliknya, pendekatan terhadap keamanan yang melihat ke cara untuk mencakup seluruh file software, seperti Reputation-Based Security, akan menjadi kunci di tahun 2010,” ucapnya.

Di tahun 2009 lalu, Symantec telah membuat 2.895.802 tandatangan kode berbahaya. “Ini merupakan peningkatan sebesar 71 persen dibanding tahun 2008 dan merupakan angka yang mewakili lebih dari separuh seluruh kode tanda tangan yang berbahaya yang pernah kami buat,” kata juru bicara tersebut.

Lebih lanjut, Symantec telah mengidentifikasi lebih dari 240 program berbahaya yang baru, sebuah peningkatan 100 persen dibanding tahun 2008.

“Kita berada di jalur yang tepat untuk melanjutkan tren peningkatan tersebut di 2010. Dalam paruh pertama tahun ini saja, kami telah membuat 1,8 juta tandatangan kode berbahaya dan mengidentifikasi lebih dari 124 juta program berbahaya yang baru,” ucapnya.

Ini berarti peluang teknologi pengamanan tradisional untuk menemukan setiap ancaman baru yang ada semakin tidak mungkin; alasannya, meski telah menggunakan sistem terotomatisasi, jumlah ancaman terlalu banyak.

“Teknologi yang mengandalkan cara menemukan dan menganalisa ancaman untuk melindungi diri dari ancaman tersebut, seperti Reputation-Based Security, kini benar-benar menjadi hal yang sangat mendesak,” kata juru bicara Symantec. “Metode lain yang juga memegang peranan kunci dalam memerangi ancaman yang paling dapat menembus pertahanan merupakan teknologi heuristic, berbasis perilaku, dan pencegahan penyusupan.”

(kd)-teknologi.vivanews.com

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More