Monday, August 30, 2010

Diaspora, Penantang Serius Facebook

Rate this posting:
{[['']]}

Facebook banyak dikritik karena beberapa fiturnya dianggap mengabaikan privasi pengguna. Sebagai 'jawaban' atas kondisi ini, sebuah jejaring sosial bernama Diaspora yang berbasis open source pun siap dirilis.

Dalam keterangannya, Diaspora didesain sebagai sebuah jejaring sosial yang memberi kekuasaan penuh kepada penggunanya atas data mereka sendiri. Jejaring sosial ini rencananya akan resmi dirilis pada 15 September mendatang.

Diaspora dikembangkan oleh tim yang terdiri empat orang mahasiswa Universitas New York, yakni Daniel Grippi, Maxwell Salzberg, Raphael Sofaer, dan Ilya Zhitomirskiy. Proyek pengembangan Diaspora ini konon bernilai US$ 200.000 (sekitar Rp 1,8 miliar).

Dikutip detikINET dari BBC, Senin (30/8/2010), tim pengembang Diaspora mengatakan bahwa jejaring sosial bikinan mereka akan berbasis open source, dimana tiap orang bisa melihat, memodifikasi, dan bahkan memberikan kontribusi perubahan.

"Kami menghabiskan waktu untuk berkonsentrasi membangun sebuah sharing yang jelas dan kontekstual. Jadi pengguna bisa memutuskan konten apa yang akan mereka bagi pada rekan kerjanya, dan apa yang akan dibagi pada teman minumnya.

"Kami tahu itu menimbulkan masalah besar pada user interface, namun kami akan berusaha keras mengatasinya," demikian pernyataan resmi tim pengembang Diaspora dalam blognya.

Ide pembuatan Diaspora ini muncul awal tahun ini di saat Facebook banyak dikritik karena dianggap mengabaikan kepentingan privasi penggunanya.

"Kami ingin menempatkan pengguna kembali memegang kendali dari apa yang mereka bagi," tukas Maxwell Salzberg, salah satu pendiri Diaspora.

Memang sulit membayangkan bagaimana Diaspora ini nantinya mampu menjadi penantang serius bagi Facebook, yang telah digunakan 500 juta user di seluruh dunia dan kini bernilai ekonomis sekitar US$ 33 miliar (sekitar Rp 297 triliun).

Namun uniknya, salah satu orang yang ikut menyumbangkan dana pengembangan Diaspora adalah CEO Facebook sendiri, Mark Zuckerberg.

(feb/rou)

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More