Thursday, July 02, 2009

Sudah Amankah Laptop Anda?

Rate this posting:
{[['']]}

PARA pengguna laptop dihadapkan pada bahaya besar. Mobilitas pada laptop mini itu menjadi pedang bermata dua ketika keamanan data di dalamnya mulai terancam.

Bayangkan, betapa jengkelnya ketika orang lain dengan seenaknya membuka, melihat, mengamati data-data atau file bersifat pribadi dalam laptop. Kejadian ini bukan hanya dialami beberapa orang, melainkan hampir semua pengguna laptop. Akses log in yang hanya mengandalkan password dirasa kurang cukup.

Semakin besarnya kemungkinan "pelanggaran privasi" itu diperparah dengan menjamurnya netbook, laptop mini yang cukup handy. Dengan ukuran dan berat yang memungkinkan dibawa ke mana saja, netbook adalah salah satu gadget paling rawan diutak-atik pengguna lain selain ponsel.

Marini Zumarnis, artis yang selalu membawa ASUS Eee PC 701 putih, mengakui keamanan data pada laptop kini semakin rawan. Terutama di kalangan artis, yang kini mulai banyak penyalahgunaan data oleh orang lain.

"Ngeri juga ketika banyak foto artis yang tiba-tiba tersebar di internet. Ini perlu diperhatikan," ujarnya.

Kendati demikian, artis berwajah lembut ini mengaku belum begitu memperhatikan sistem keamanan untuk laptopnya. Dia cukup mewaspadai siapa saja yang akan menggunakan barang yang dianggapnya sangat personal itu.

"Saya membatasi data-data.Kalau memang sangat privasi, mungkin tidak akan saya masukkan pada harddisk di laptop, atau bisa juga dipassword kan?" bebernya.

Lagipula, dirinya mengaku penggunaan laptop hanya untuk browsing sambil mengenali wajah artis-artis muda yang semakin banyak.

Atau kadang memanfaatkan mini notebook-nya sebagai pemandu ke tempat-tempat berlibur dengan bantuan mesin pencari. Memang, sebagai peranti mobile, keamanan data di dalam laptop mulai diperhatikan. Laptop mudah diakses oleh siapa pun, sama seperti ponsel. Padahal, tak jarang data-data di dalamnya bukan hanya rahasia, juga sangatlah penting dan bersifat pribadi.

Itulah sebabnya, berbagai fitur safety ditawarkan oleh produsen netbook maupun notebook. Maklum, password yang selama ini "ditanyakan" ketika log in, kini tak lagi safe. Banyak yang mampu "menjebol" password, dengan coba-coba, atau bahkan software khusus.

Hampir semua produsen laptop dunia serius memperhatikan soal ini. Fujitsu, penyedia laptop kelas premium, bahkan menganggap security atau keamanan laptop berada selevel dengan fitur-fitur lain yang ditawarkan. Menurut Erna Fitriastuti, Product Marketing Nexcomtech, authorized distributor Fujitsu di Indonesia, keamanan adalah bagian utama perhatian Fujitsu. Apalagi, Fujitsu terkenal dengan produk berlevel tinggi.

"Kami menganggap keamanan harganya lebih mahal daripada notebook itu sendiri," sebutnya.

Selain memberi perlindungan dengan password, Fujitsu sudah mengadopsi teknologi finger print. Sensor sidik jari ini memang sudah lama diterapkan. Namun, Fujitsu mengembangkannya dengan lebih spesifik.

Kata Erna, dalam beberapa laptop Fujitsu, perlindungan juga dilakukan untuk sejumlah file penting lewat fingerprint. "Jadi, fingerprint tidak hanya dipakai dalam akses masuk pertama (log in) kali saja, tetapi juga untuk membuka file, memasuki Windows, atau bahkan membuka website," sebutnya.

Selain fingerprint, sistem keamanan pada laptop yang kini juga sedang gencar dikenalkan adalah deteksi wajah. Nah, bisa dibayangkan, untuk mengakses sebuah laptop, detektor akan dengan cerdas mengamati pahatan wajah si pengguna. Tak hanya satu orang, memori juga akan menyimpan beberapa wajah bila memang dibutuhkan. Canggihnya, jika memang ada orang yang berusaha mengakses laptop, wajahnya akan tersimpan dalam memori. Kamera akan bekerja seperti webcam, mengintai jika ada gelagat mencurigakan. Gotcha! Ketahuan.

Lenovo adalah produsen notebook pertama yang menciptakan teknologi ini. Pengenalannya sudah dilakukan tahun lalu, dan kini Lenovo semakin gencar memasarkannya. Produsen lain ternyata mengekor. Tercatat Toshiba mulai mengunakan teknologi deteksi wajah. Sony Vaio, juga melakukan hal serupa. Karena memang pelanggannya adalah para pebisnis yang menggap data sebagai sesuatu yang penting.

Matthew Kohut, Ambassador Lenovo, sudah berujar soal ini dalam launching salah satu varian Lenovo terbaru beberapa waktu lalu.

Ketika itu, dia berbicara soal tren penyederhanaan akses password yang acapkali dilupakan pengguna netbook. Maka diterapkanlah password antilupa berdasarkan teknologi pengenalan wajah pemilik notebook, yakni VeriFace face recognition.

"Password-nya adalah wajah, dan mendukung banyak pengguna. Ini akan menjadi tren dan berkembang sesuai kondisi. Karena memang pada masa sekarang, keamanan adalah hal penting. Seperti mobil dengan kunci khusus," sebut Kohut.

Yang terbaru adalah Livedetection, untuk mencegah seseorang "mengakali" teknologi VeriFace dengan menyodorkan foto. Teknologi ini akan memeriksa gerakan kepala dan karakteristik lain untuk menentukan apakah itu memang benar penggunanya atau hanya sebuah gambar.

"Selain itu, sekarang mereka yang tidak mendapat akses bisa meninggalkan pesan video untuk dilihat pemilik notebook nantinya," katanya.

Jadi, sekarang tinggal kebutuhan yang menentukan. Akan seperti apa teknologi keamanan dalam laptop kita.(Koran SI/Koran SI/jri)


$6.00 Welcome Survey After Free Registration!

Rp.277 Juta Rupiah Dengan Modal 100% GRATIS

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More