Tuesday, June 30, 2009

Kasus Ujang Dianggap 'Sepele', Harusnya Masuk Perdata

Rate this posting:
{[['']]}

Akibat pelaporan pencemaran nama baik melalui situs jejaring sosial Facebook, oleh Feli kepada Ujang, bisa mengakibatkan kerugian bagi negara, baik itu kerugian materi dan waktu.

Dijelaskan oleh penggiat blog Enda Nasution, kalau Undang-Undang Transaksi Elektronik dan Informasi (UU ITE) yang masih menggunakan landasan pidana, mengakibatkan seseorang yang melaporkan dan dilaporkan akan mendapatkan 'fasilitas' pengacara yang dibayarkan oleh negara.

"Padahal bisa dibilang, itu hanya kasus kecil yang bisa diselesaikan dengan menggunakan cara kekeluargaan. Saya pribadi, tidak akan rela hasil pajak dibayarkan kepada aparat penegak hukum, untuk masalah seperti ini," ungkap Enda, saat berbincang dengan okezone, Selasa (30/6/2009).

Kendati demikian, Enda dan teman-teman blogger lainnya belum bertindak secara reaktif. Menurutnya, ini bisa menjadi bahan pembelajaran agar UU ITE khususnya pasal 27 ayat 3, bisa dialihkan menjadi kasus perdata saja. Sebab dengan begitu, masyarakat akan berpikir ulang untuk melaporkan hal-hal yang kurang penting, karena tidak adanya jaminan dana pengacara dan penyelenggaraan kasus persidangan.

"Kita lihat saja, apakah UU ITE ini akan menjerat korban lagi dalam waktu dekat. Jika memang iya, bisa dipastikan kalau UU ini ada yang salah, dan kurang tepat sasaran," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ujang Romansyah dilaporkan oleh Feli karena dianggap menghinanya di situs jejaring sosial Facebook. Kasus Ujang sendiri, bisa berujung penjara 6 tahun atau denda sebesar Rp1 miliar jika ia terbukti bersalah dalam jerat UU ITE pasal 27 ayat 3. (srn)

$6.00 Welcome Survey After Free Registration!

Rp.277 Juta Rupiah Dengan Modal 100% GRATIS

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More